Menurut Kantor Berita ABNA, sebuah masjid dipemukiman warga Syiah di Pesyawar Pakistan diserang oleh kelompok Thaliban Jum’at [20/2]. Dalam serangan mematikan tersebut setidaknya merenggut 19 korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka.
Menurut pengakuan saksi mata, penyerangan tersebut terjadi disaat warga melaksanakan shalat Jum’at di dalam masjid. Seseorang yang tidak dikenali memasuki masjid yang disesaki jama’ah Jum’at untuk juga turut mengerjakan shalat, dan ditengah shalat ia melakukan aksi bom bunuh diri. Disaat bersamaan, masjid ditembaki oleh orang-orang Thaliban yang berseragam militer untuk memastikan aksi tersebut bakal menelan banyak korban.
Aksi serupa disaat bersamaan juga terjadi dikawasan Hayat Abad yang mengincar 800 warga yang juga sedang menyelenggarakan shalat Jum’at di masjid.
Miyan Sa’id, kepala Kepolisian setempat melaporkan, pelaku bom bunuh diri, juga turut berada di tengah-tengah jama’ah shalat, termasuk pelaku penembakan. Dari arah masjid terdengar suara tiga kali ledakan.
Sahid Husain, salah seorang saksi mata dalam wawancaranya dengan Reuters mengatakan, para jamaah baru selesai melakukan salat Jumat ketika lima atau enam pria masuk ke masjid dan melepas tembakan. Orang-orang bersenjata tersebut mengenakan seragam militer.
"Kami tidak tahu apa yang terjadi. Salah satu penyerang kemudian meledakkan dirinya dan kemudian ada asap tebal dan debu di mana-mana," tutur Husain. Serangan ini terjadi di tengah upaya Pakistan untuk mengambil langkah-langkah lebih tegas dalam menghadapi para militan, menyusul pembantaian Taliban di sekolah di Peshawar pada 16 Desember 2014 lalu. Serangan Taliban itu menewaskan 150 orang, yang 134 orang di antaranya anak-anak.
Thaliban dalam pernyatannya menyebutkan bertanggungjawab atas serangan dan aksi bom bunuh diri tersebut. Thaliban turut menyebutkan bahwa gerakan yang mereka lakukan adalah untuk mendirikan Negara agama di Pakistan.
Upaya-upaya pemerintah Pakistan untuk mengatasi gerakan radikal ini kerap gagal, termasuk dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok radikal ini semakin bengis dan terang-terangan dalam melakukan aksi teroris mereka.










